Pejabat Kemendikbud: Meskipun Gaji Honorer Rendah, Mereka Selalu Menggantikan Tugas Para PNS, Mereka Sangat LAYAK Diankat PPPK




JAKARTA - Sekretaris Ditjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nunuk Suryani mengungkapkan keprihatinannya mengenai kondisi guru honorer di sekolah negeri. 


Keprihatinan Nunuk ini bukanny atanpa alasan, karena mereka yakni para Honorer selalu menggantikan tugas guru PNS tetapi masih mendapatkan gaji sangat rendah. 


"Guru honorer adalah layer kedua bahkan garis depan bagi guru-guru PNS yang tidak bisa mengajar memenuhi kewajibannya sehingga bebannya diberikan kepada mereka," kata Nunuk, Rabu (20/1). 

Sekarang ini, imbuhnya, kesejahteraan mereka para Honorer sungguh sangat memprihatinkan. dan di sisi lain beban mengajar mereka sangat besar. 


Sementara itu, meskipun tugas para Honorer ini sangat berat karena melaksanakan tugas guru PNS, tetapi posisi honorer ini hanya berada pada kelas dua. Mereka tidak dipikirkan kesejahteraannya. 


Kondisi ini telah berlangsung selama belasan hingga puluhan tahun sehingga saat ini pemerintah ingin mengubah sistem itu. 


Salah satu upayanya ialah dengan membuka rekrutmen satu juta guru PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). 


"Sebenarnya alasan utama mengapa dibuka seleksi PPPK karena saat ini kebutuhan guru di sekolah negeri di luar guru PNS yang saat ini mengajar mencapai 1 juta. Jadi kebutuhannya kurang 1 juta," jelas Nunuk.

 
Kebutuhan satu juta guru itu, lanjut Nunuk, bisa terpenuhi lewat mekanisme PPPK. PPPK, ini pun kesejahteraannya setara PNS sehingga kedepannya guru-guru honorer yang umumnya usianya sudah di atas 35 tahun bisa berkesempatan ikut dalam rekrutmen PPPK. 


Selain itu Nunuk juga mengungkapkan fakta, jumlah guru di sekolah negeri semestinya berdasarkan rasio yang ideal itu 2,2 juta. Faktanya, 1,1 juta itu merupakan guru PNS yang sudah memperhitungkan pensiun tahun 2021 sebanyak 69 ribu. 


Selanjutnya guru honorer 742 ribu, CPNS 2019 dan PPPK 2019 yang kesluruhan totalnya mencapai 84 ribu. 


"Artinya sebenarnya guru PNS itu sendiri jumlahnya baru 1,1 juta sekian. Sedangkan jumlah guru seharusnya 2,2 juta sehingga kebutuhan itu saat ini diisi oleh guru honorer yang jumlahnya yang ada data kami 742 ribu," unkapnya.
  

Jika 742 ribu guru honorer yang ada di sekolahnya bisa diangkat seluruhnya menjadi PPPK pun, kata Nunuk masih terdapat beberapa kekurangan guru sekolah sebanyak 275 ribu. 


Hal tersebut merujuk pada UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), yang mana saat ini dibutuhkan satu juta guru ASN agar bisa menutupi kekurangan tersebut.  


"Tentu tidak sekadar kekurangan. Dengan terpenuhinya guru ini harapannya ke depan adalah kualitas guru meningkat, status dan kesejahteraan guru-guru honorer itu tadi juga membaik. Itu sebabnya pengangkatan guru honorer menjadi PPPK ini harus lewat tes," tikas Nunuk Suryani.






Belum ada Komentar untuk "Pejabat Kemendikbud: Meskipun Gaji Honorer Rendah, Mereka Selalu Menggantikan Tugas Para PNS, Mereka Sangat LAYAK Diankat PPPK"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel