Honorer K2 Tagih Realisasi Hasil Raker DPR Untuk Tenaga Teknis Administrasi


Nunik Nugroho Koordinator daerah Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I)
Kabupaten Magelang


 

Nunik Nugroho selaku Koordinator daerah Perkumpulan Honorer K2 Indonesia (PHK2I) Kabupaten Magelang mengharapkan agar pmerintah mengakomodir tenaga teknis administrasi dalam rekrutmen pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).


Kalau tenaga teknis administrasi tidak bisa ikut seleksi PPPK 2021, paling tidak 2022 ada alokasi buat mereka. Menurut Nunik, sesuai kesepakatan pemerintah dan Komisi II DPR RI, tenaga teknis administrasi diberikan kesempatan ikut tes CPNS maupun PPPK. 

Baca Juga: Semoga Akhir Bulan SK Sudah Sampai di Tangan Honorer K2 !! Tahap Pemberkasan NIP PPPK Telah Berjalan

Kesepakatan tersebut mestinya diimplementasikan oleh pemerintah dan bukan hanya  sekadar perjanjian. 


"Saat melakukan rapat kerja Komisi II DPR RI dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yaitu Bpk. Tjahjo Kumolo dan Kepala BKN Bima Haria Wibisana kan telah ada kesepakatan tenaga teknis administrasi akan diberikan kesempatanuntuk mengikuti tes. Itu saja hal yang kita minta," kata Nunik kepada JPNN.com, Selasa (8/12). 


Nunik yang usianya sudah 56 tahun dan bekerja sebagai tenaga administrasi di salah satu SMP negeri ini juga menambahkan, apabila pemerintah tahun depan tetap fokus pada tenaga pendidik, penyuluh, dan tenaga kesehatan, maka di tahun 2022 mereka harus melebarkan formasinya. Jangan hanya fokus pada tiga formasi tersebut. 


Para Honorer K2 itu bukan hanya meliputi tenaga pendidik, kesehatan, dan penyuluhsaja. Dari 300 ribu lebih honorer K2 yang tersisa, masih terdapat 200 ribuan dan di antara mereka ialah tenaga teknis administrasi. 


"Sejak tahun 2014 sampai sekarang pun tidak ada formasi buat tenaga teknis administrasi. Padahal rekruitmen CPNS dan PPPK tetap dilaksanakan. Seharusnya ada keadilan yang diterapkan pemerintah," jelasnya. 


Semoga Bulan Ini SK Sudah di Tangan Nunik mengklaim, problem yang dihadapi daerah bukan hanya kekurangan guru, tenaga kesehatan, dan penyuluh. 


Tenaga administrasi nantinya juga bisa makin berkurang jumlahnya seiring karena banyak bsnysk dari PNS yang telah pensiun. 


"Seharusnya pemerintah melihat kekurangan itu tidak hanya guru saja. Tenaga administrasi di sekolah itupun juga sudah kekurangan sejak lama," ujar Nunik. 


Seharusnya, kata Nuni, dari sekian juta PPPK yang akan direkrut pemerintah tahun depan, harusnya juga dengan tenaga teknis administrasi. Hal ini di utarakan karana beban pekerjaan honorer K2 tenaga administrasi sudah menumpuk tetapi tidak diperhatikan nasibnya dari dulu sampai sekarang. 





Sumber Referensi



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel